Tokoh Agama Sadarkan Orang Untuk Berhenti Berjudi, Beginilah Peran mereka

Indonesia adalah negara beragama. Negara yang mengakui 6 agama besar yaitu Agama Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Budha,bdan Konghuchu ini memberi kebebasan penduduknya dalam menganut agama. Kebebasan pemilihan agama ini pun diatur dalam Pasal 28E ayat 1 UUD 1945. Setiap agama tentunya memiliki kitab suci, aturan, dan tata cara beribadah yang berbeda dengan agama lainnya, namun ada satu kesamaan yang perlu anda garis bawahi di sini yaitu ke-6 agama tersebut melarang perjudian.

Judi, pemicu tindak kejahatan lain!

 

Perjudian dilarang, khususnya judi tembak ikan. Alasan perjudian  dilarang karena dampak judi tembak ikan atau judi secama umum dapat memicu seseorang melakukan tindakan kejahatan lain seperti penipuan, pencurian, dan perampokan. Herannya adalah masih ditemukannya penjudi di Indonesia yang ternyata memiliki agama. Di point inilah peran tokoh agama sangat diperlukan untuk menekan persebarluasan perjudian dan menyadarkan para penjudi agar berhenti berjudi. Terbebas dari agama apa yang dibahas, beginilah peran tokoh agama dalam menyadarkan seseorang agar berhenti berjudi.

Peran tokoh-tokoh agama setempat untuk menyadarkan para penjudi agar segera berhenti

1. Menjadi panutan, hidup baik tanpa judi.

Peran tokoh agama sangat penting bagi masyarakat. Biasanya orang yang menjadi tokoh agama adalah mereka yang dianggap bijaksana, hidup taat pada agama dan dipandang memiliki hidup yang baik. Orang-orang seperti ini tentunya tidak bermain judi, karena mereka tahu selain judi itu dilarang agama dan dianggap haram,  dampak judi tembak ikan online serta judi lain pun tidak baik. Selain berdosa pada Tuhan judi juga melanggar hukum yang ada di Indonesia. Oleh karena itu mereka yang diangap bijaksana dan menjadi panutan bisa memberikan teladan hidup yang baik bagi warga sekitar agar menjauhi judi.

2. Terjun langsung ke masyarakat untuk memberi pengetahuan larangan judi menurut pandangan agama.

Salah satu cara menyadarkan penjudi adalah dengan terjun secara langsung ke masyarakat. Buka diskusi dengan cara ringan, tak perlu dengan acara formal, para tokoh agama dapat membuka percakapan bersama saat arisan di rumah-rumah warga sekitar, saat itu coba buka topik untuk membahas bahaya dampak judi tembak ikan dan dampak judi lain secara umum, kaitkan dengan ajaran agama sehingga dapat menyadarkan masyarakat untuk menjauhi judi.

3. Sisipkan bahaya dampak judi tembak ikan dan judi lain saat ceramah atau kotbah.

Para tokoh agama yang menjadi panutan tentu biasanya memberikan ceramah atau kotbah di tempat-tempat atau acara-acara khusus, nah cara ini bisa juga digunakan untuk menyadarkan para penjudi agar berhenti judi dengan menyisipkan dampak buruk bila main judi sehingga para penjudi pun sadar akan bahaya judi.

Beberapa peran di atas dipegang tokoh agama untuk menyadarkan para penjudi, namun perlu anda ketahui sebenarnya bukan tokoh agama saja yang berperan dalam menyadarkan seseorang untuk berhenti berjudi, diperlukan peran dari banyak pihak seperti keluarga, kerabat terdekat dan pihak berwajib agar bersama-sama berkolaborasi menghentikan aksi judi di masyarakat. Peran anda pun tak kalah penting, mari bersama-sama tokoh agama dan pihak berwajib untuk menghentikan perjudian di Indonesia. Ingat dampak judi tembak ikan dan judi lain hanya merugikan, maka jauhi judi!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*